Senin, 21 Januari 2019

CATATAN RINGKAS

cita-cita yang tertelantarkan
karena keadaan

Aku adalah perempuan desa yang malang
anak kedua dari lima bersaudara keluarga sederhana di sebuah desa terpencil yang jauh dari keramaian dusun GunungRowo, desa SambongRejo, Kec. Tunjungan, Kab. Blora, Jawa Tengah.
Aku hampir tak pernah merasakan  apa yang dirasa oleh anak2 seusiaku yaitu "masa kanak" 
usia bermain sama sekali tak pernah aku miliki, teman2ku bermain aku harus kerja banting tulang membantu ibu  mulai dari bangun tidur hingga mau tidur. mulai dari bersih2 halaman rumah (luar dan dalam), menyiapkan hingga menyajikan masakan baik untuk keluarga maupun untuk jualan, mencuci, ngarit, angon, ngantar beras ke langganan dll 
Akan tetapi semua kulakukan dengan tulus dan iklas dan tak pernah mengeluh sebab memang keadaanlah yang menuntut semua itu harus kulakukan. Justru aku makin semangat dan giat membantu ibu mengerjakan apapun dengan harapan agar ibu mengijinkan aku bersekolah.

Segalanya hrs kulakukan sendiri karena saat itu aku adalah anak perempuan paling besar dalam keluargaku. Dan memang begitulah adat yang berlaku  pada saat  itu di kampungku. 
Tiada pilihan lain dan yah...begitulah adanya. Yang jelas kami saat itu harus patuh pada tradisi yang ada, tradisi saat itu sangatlah kuat. Semua warga, rakyat keci, aparat dan seterusnya sangat taat selanjutnya anak harus patuh kepada semua ajaran para orang tua ataupun para sesepuh.
Itulah sekelumit histories kampungku pada saat itu.

Apapun adanya aku tetap semangat dan bersyukur, 
Aku menyadari semuayang terjadi dalam perrjalanan hidup ini pasti atas kehendak Yang Maha Esa.
Kita sebagai insan ciptaanNya hanya mampu menjalani dari apa yang telah digariskan jadi pelakon.
Lha aku yang saat terlahir di kampung itu aku punya cita-cita INGIN  KULIAH dan BISA JADI ORANG TERPELAJAR YANG TERDIDIK.
Karena situasi dan kondisi saat itu sangat tidak menunjang , cita citaku hanya nyantol diangan angan dan benar benar terabaikan. Akan tetapi keinginan dan tekat serta smangatku tak pernah surut dimakan waktu.

Walau segalanya serta tidak mungkin danterpaksa, aku terus optimis tuk meraihnya dengan kemampuan yang kumiliki. 
 Tahun 1983 aku lulus SMEA,
 Tahun 1986 menikah
Tahun 1990 melahirkan anak pertama (masuk marketing)
Tahun 1993 melahirkan anak ke dua
Tahun 1995 suami berpulang ke Rahmatulloh💔💔
Tahun 1999 resingh dr marketing ke Malaysia
Tahun 2002 balik dari Malaysia
Tahun 2003 ke Hong Kong( 2008 cuti 1 bln, 2012 cuti 16 hari anak pertama wisuda)
Tahun 2016 pulang Ind seterusnya 
Sambil menyelam minum air  selama di Hong Kong aku manfaatkan waktu serta kesempatan sebaik baiknya bekerja, belajar dan berorganisasi serta berniaga. Jadi selain dapat GAJI,  ILMU, PENGALAMAN, WAWASAN juga dapat IN COME tambahan.
Sejak anak pertama wisuda aku mulai berpikir kedepan aku harus punya rumah akan tetapi jujur saat itu aku belum bisa merealisasikan karena kebutuhan makin besar.
Namun  karena planing sudah matang sedikit demi sedikit lama lama jadi bukit

Dengan dukungan keluarga yang relatif sangat mensuport khususnya keluarga adik iparku  Wahyudi adik kandung almarhum suamiku keinginanku tuk memiliki rumah terealisasi








awal pembangunan thn 2014







dan alhamdulillah thn 2015 dah layak huni











Tidak ada komentar:

Posting Komentar